http://busuremas.com/wp-content/uploads/2014/11/logo-busuremas-ellenpatricia.jpg
http://busuremas.com/wp-content/uploads/2015/08/logo-busuremas-ellenpatricia-copy.jpg
http://busuremas.com/wp-content/uploads/2014/10/Kesindo-Logo.jpg
http://busuremas.com/wp-content/uploads/2014/11/logo-yaski-ellenpatricia-copy.jpg
Berdasarkan keputusan bersama Heartline FM dengan Yayasan Busur Emas, maka dengan ini diumumkan Pemenang Lomba Storytelling “My Parenting Story”, sebagai berikut:
 
  • Juara 1 : Jolanda Ratna Dewi
  • Juara 2 : Jannette Runtukahu
  • Juara 3 : Martha Prisilya
– Juara Favorit Kategori 5 (Remaja & Perkembangan Kognitif) : Juniati Anggoro
– Juara Favorit Kategori 6 (Remaja & Sex Education) : Agus Kristiawan
– Juara Favorit Kategori 7 (Remaja & Masalah Khususnya) : Ester Maylianda
– Juara Favorit Kategori 8 (Orangtua & Remaja) : Fanky Christian
 
Selamat kepada para Pemenang Lomba Storytelling “My Parenting Story”.
 
Para pemenang di undang untuk ikut serta dalam Siaran Bersama Radio Heartline FM pada tanggal 22 Oktober 2016 Pukul 17.00-18.00 Wib Di Gedung Heartline FM Lippo Karawaci. Sekalian pemberian hadiah (cash) + goody bag dari Heartline.
http://busuremas.com/?page_id=2223

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Heartline FM bekerjasama dengan Yayasan Busur Emas, mempersembahkan :

Lomba Storytelling “My Parenting Story”

Ceritakan pengalaman Anda sebagai orangtua dalam memberikan dukungan atau disiplin yang positif kepada remaja Anda.

Dan menangkan hadiahnya:

  • Juara 1 : Rp. 1 juta        
  • Juara 2 : 750 ribu        
  • Juara 3 : Rp. 500 ribu
  • Juara favorit/kategori (8 kategori) @Rp. 200 ribu 

Email ke : sosmed@heartline.co.id Subjek : nama lengkap_myparentingstory_nama kategori Dengan mencantumkan : Nama Lengkap + ID KTP + No. Telp/Hp.

Mulai 25 Juli – 30 Agustus 2016

Pemenang diumumkan tanggal 23 September 2016. Dan akan ada Gathering On Air dengan para pemenang di radio talkshow Parenting With Heart.

Catatan : Walaupun tidak menang, ada kemungkinan masuk dalam Buku Mendidik Remaja Dengan Hati, dengan kompensasi dapat buku tersebut secara Gratis.

Kategori 1 Dunia Remaja

Masa remaja adalah masa yang penuh gejolak. Hal tersebut dikarenakan pada masa remaja, anak sedang mengalami transisi menuju kedewasaan, sehingga terjadi perubahan fisik maupun psikis pada anak di masa remaja. Untuk itu, pengertian dan dukungan orang tua sangat diperlukan oleh remaja agar dapat melewati masa remajanya dengan baik, khususnya dalam menghadapi tantangan spesifik di setiap tahapan masa remaja. Hal tersebut dikarenakan masa remaja bukanlah suatu masa dengan karakter tunggal, melainkan terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu masa remaja awal (9-12 tahun), masa remaja tengah (13-17 tahun) dan masa remaja akhir (18-21 tahun). Masing-masing tahapan memiliki karakter dan tantangan yang spesifik.

Kategori 2 Remaja & Konsep Diri

Pergumulan utama remaja masa kini pada umumnya berkaitan dengan konsep diri. Konsep diri merupakan bagian dari kepribadian serta tingkat kesadaran seseorang. Hal tersebut dikarenakan konsep diri umumnya didasarkan pada penilaian subyektif seseorang akan dirinya (real self) dibandingkan dengan standar idealnya (ideal self). Sebagai orangtua, kita tentu ingin agar para remaja kita memiliki konsep diri yang sehat. Untuk itu, kita perlu menolong mereka untuk mewaspadai minimal 4 jebakan konsep diri, sebagai berikut :

  1. Jebakan Penampilan
  2. Jebakan Pencapaian
  3. Jebakan Materi
  4. Jebakan Popularitas

 Kategori 3 Remaja & Peer Group

Masa remaja adalah masa dimana peran teman sebaya (peer) mengalami peningkatan yang sangat signifikan, karena di masa remaja Peer group merupakan sumber pemenuhan terbesar dari kebutuhan remaja akan harga diri dan keakraban. Sesungguhnya peer group dapat menjadi perpanjangan tangan orang tua dalam mendidik remajanya. Untuk mencapai itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh orang tua, antara lain :

  • Bijaksana dalam memilih lingkungan yang dapat mempengaruhi remaja
  • Menanamkan nilai-nilai moral yang baik serta konsep diri yang sehat sejak dini
  • Memberikan masukan tentang pengaruh peer group dengan cara yang dapat diterima

 Kategori 4 Remaja & Media

Sangatlah umum bagi remaja untuk mempertanyakan hal-hal seperti, “Saya sebaiknya mengejar masa depan seperti apa? Apakah sukses itu? Apakah penampilan saya menarik? Kapan sebaiknya saya mulai berhubungan seks dengan pacar saya? Di sisi lain, di jaman modern ini, remaja memiliki banyak sekali pilihan media, mulai dari televisi, film bioskop, video games, internet, telepon genggam, tablet, maupun majalah. Akibatnya, remaja dapat dengan mudah mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dari media. Menyadari hal-hal di atas, orangtua perlu mewaspadai pengaruh media pada sikap dan perilaku remaja dalam berbagai hal, seperti kekerasan, seks, maupun penyalahgunaan obat terlarang.

Kategori 5 Remaja & Perkembangan Kognitif

Secara umum, terdapat tiga pola umum tentang bagaimana seseorang memproses informasi, yaitu auditori, kinestetik dan visual. Bila orangtua dan sekolah memahami hal tersebut, maka proses belajar-mengajar akan dapat dilakukan dengan lebih efektif. Selain memahami pola belajar anak, orangtua juga perlu memfasilitasi anak untuk membangun keterampilan membaca kritis, yaitu mengekstraksi makna, mengklasifikasi, mengeneralisasi ataupun membuat perkiraan berdasarkan apa yang dibacanya. Hal lain yang juga penting diperhatikan orangtua adalah masalah perilaku anak di sekolah, yang seringkali berakar pada gangguan emosional. Untuk itu orangtua perlu menjalin kerjasama yang baik dengan pihak sekolah, baik guru wali kelas maupun guru bimbingan konseling.

Kategori 6 Remaja & Seks Education

  • Bagaimana orangtua memberikan pendidikan seks kepada remaja?
  • Hal-hal apa saja terkait seks yang dibicarakan oleh orangtua secara dua arah dengan remaja?
  • Bagaimana orangtua membangun suasana yang aman & nyaman bagi remaja untuk menanyakan hal-hal terkait seks kepada orangtua

Kategori 7 Remaja & Masalah Khususnya

  • Bullying : tindakan agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap seorang individu tertentu yang relatif tidak mampu untuk membela dirinya sendiri.
  • Kematian orangtua : ketika pasangan dipanggil Tuhan, bagaimana sebaiknya respon orangtua yang ditinggalkan. Kematian orangtua seringkali merupakan awal dari masa dimana anak mengevaluasi prioritas hidupnya serta meredefinisi diri dalam konteks transformasi identitasnya.
  • Keluarga yang bermigrasi. Bagaimana menghadapi tantangan yang unik dalam berakulturasi dengan lingkungan & budaya setempat. Bila tidak dilakukan dengan bijaksana akan dapat mempengaruhi secara negatif kemampuan anak untuk beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya.

 Kategori 8 Orangtua & Remaja

  • Ada banyak cara yang dapat dilakukan orangtua untuk membangun hubungan yang baik dengan remajanya. selain dukungan materiil, remaja juga memerlukan dukungan emosional. Salah satu cara adalah dengan membangun komunikasi dua-arah dengannya.
  • Menolong remaja yang bermasalah, dengan cara : memposisikan remaja bukan sebagai pihak yang perlu diubahkan, melainkan sebagai kawan seperjuangan, menyeimbangkan antara batasan atau kontrol orangtua dengan dukungan, mengusahakan agar kebutuhan fisik maupun psikis dari orangtua sendiri tidak terbengkalai.
  • Dalam mendisiplin anak, tidak sedikit orang tua merasa gamang dalam memberikan hukuman. Hal tersebut dikarenakan orang tua umumnya tidak ingin otoriter dalam mendidik anak, namun juga tidak ingin terlalu memanjakan. Kapan saat yang tepat untuk memberikan hukuman kepada anak?

Dapatkan Tips dan Trik tentang Leadership Coaching, Counseling, Parenting

[mc4wp_form]

Profil Founder

Ellen Patricia adalah seorang pembicara, penulis, konselor, coach & konsultan di Bank Dunia. Sejak menekuni bidang coaching, konseling & cara mendidik anak, ia telah menyelenggarakan serta menjadi nara sumber di lebih dari 170 training & seminar & mempublikasikan lebih dari 90 artikel. Selain memimpin Yayasan Busur Emas, Excellence Vault Training & Consulting, MyFriend Counseling & Psychological Test Center, ia juga mengasuh halaman parenting di majalah Family Guide & majalah Inspirasi sejak tahun 2011. Selain itu, ia juga memiliki talkshow mingguan “Parenting With Heart” setiap Sabtu pkl 07.00-08.00 Wib di Radio Heartline 100.6 FM & “Family Talk” setiap Kamis pkl 19.00 - 20.00 Wib di Star Radio 107.3 FM. Ia juga menjadi narasumber tetap bulanan di talkshow “Hope for the Heart” di hari Jumat pkl 18.00-19.00 Wib di radio Heartline 100.6 FM juga talkshow bulanan “Kesehatan Jiwa” di radio RPK 96.3 FM di hari Selasa pkl 10.00-11.00 Wib. Di tahun 2015 ia meluncurkan program Sertifikasi profesi bagi para Konselor dan Trainer di bidang Konseling di Indonesia.

Kisah keberhasilannya yang inspiratif telah membuatnya diliput dalam buku “Srikandi-Srikandi Indonesia 2012 – Mahakarya Wanita Bangsa”. Latar belakang Ellen Patricia sangat unik. Sebelum terjun ke dalam dunia konseling & cara mendidik anak, ia adalah seorang profesional yang sukses di bidang properti. Ia adalah lulusan dari S1 Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) & S2 Arsitektur di National University of Singapore (NUS). Ia juga sempat bekerja selama beberapa tahun sebagai arsitek di salah satu BUMN Singapura & ketika kembali ke Indonesia, ia menjabat sebagai Kepala Divisi di salah satu perusahaan properti swasta terbesar di Indonesia.

Sebagai seorang yang tidak pernah berhenti mengembangkan diri, di tahun 2016 ini Ellen Patricia menjadi salah satu anggota dari International Coach Federation (ICF). Selain itu, di tengah berbagai kesibukannya, pada April 2016 Ellen Patricia menerbitkan buku parenting perdananya berjudul "Mendidik Anak Dengan Hati". Dan pada bulan Agustus 2017 ia berhasil tersertifikasi sebagai Master Coach dari Center for Coaching Certification - USA. Bekal kualifikasi berskala internasional tersebut digunakannya untuk memperluas pelayanan bagi pengembangan kualitas hidup sesama, baik di dalam maupun luar negeri.